SMKN 6 Manado Terima Program Nihongo Partners dari Japan Foundation

Kepala SMKN 6 Manado Altje Salele SPd MPd,

Manado – Sejumlah prestasi diraih, serta bantuan program diterima SMKN 6 Manado. Kali ini, SMKN 6 Manado merupakan 1 dari 2 sekolah penerima Japanese Language Education Assistant Program Nihongo Partners Gelombang 21 tahun ajaran 2024/2025 di Provinsi Sulut.

Dalam surat tertanggal 16 April 2024 yang ditandatangani Director General Japan Foundation Jakarta Takahashi Yuichi, pihaknya menyampaikan daftar calon sekolah penerima pihaknya menyampaikan daftar calon sekolah penerima Japanese Language Education Assistant Program Nohongo Partners Gelombang 21. Daftar sekolah itu telah disetujui oleh Kemendikbudristek.

“Selanjutnya untuk rencana penugasan Japanese Language Education Assistant Program Nohongo Partners adalah berjumlah 40 orang dengan masa penugasan pada 20 Agustus 2024 – 13 Maret 2025,” ujar Takahashi Yuichi.

Dia menambahkan, Provinsi Sulut merupakan bagian dari wilayah penempatan Language Education Assistant Program Nohongo Partners  Gelombang 21 yang telah disetujui oleh Kemendikbudristek.

Berdasarkan data, dari Kota Manado hanya ada 2 sekolah yang menerima program itu yakni SMKN 6 Manado dan SMA Eben Haezer Manado. Untuk SMA lainnya berasal dari Kabupaten Minahasa Utara, Kota Tomohon dan Kabupaten Minahasa.

Untuk jenjang SMK di Sulut, hanya ada 2 sekolah penerima program itu yakni SMKN 6 Manado dan SMKN 1 Sonder.

Jumlah total SMA dan SMK di Sulut penerima Japanese Language Education Assistant Program Nohongo Partners sebanyak 12 sekolah.

Kepala SMKN 6 Manado Altje Salele SPd MPd menyatakan ungkapan syukur atas terpilihnya sekolah itu sebagai penerima program dari Japan Foundation. Menurutnya, program ini penting untuk pengembangan sekolahnya.

“Kami bersyukur bisa terpilih menjadi sekolah penerima program Language Education Assistant Program Nohongo Partners  Gelombang 21. Ini untuk pengembangan SMKN 6 Manado, juga pendidikan di Sulawesi Utara,” tutur Altje Salele.

Diketahui, tahapan sebuah sekolah bisa menerima program itu adalah melalui seleksi wawancara dan survey langsung dari Kemendikbudristek. Kemudian ada MoU denga pihak Japan Foundation. Sekolah yang diwawncarai dan disurvei adalah semua SMK maupun SMA terbesar di Sulut. (ika)

Pos Terkait