SMKN 6 Manado Terima Bantuan Pengembangan Sekolah Berbasis Industri 4.0

Tim SMKN 6 Manado saat mengikuti Bimtek Pengembangan Sekolah Berbasis Industri 4.0 di Depok, Jawa Barat, pada 13-16 Mei 2024.

Manado – Upaya pengembangan sekolah baik secara fisik, maupun model pembelajaran terus dilakukan oleh SMKN 6 Manado. Salah satunya adalah saat sekolah itu mendapat bantuan program Pengembangan Sekolah Berbasis Industri 4.0.

Kepala SMKN 6 Manado Altje Salele SPd MPd saat dikonfirmasi mengungkapkan, proses sekolahnya masuk sebagai penerima bantuan program pengembangan Sekolah Berbasis Industri 4.0 diawali dengan memasukan data di Takola. Ada 9 ribuan SMK se Indonesia yang memasukan data itu, kemudian terpilih 90 sekolah.

“Selanjutnya ada proses wawancara, dan terpilih 31 sekolah di Indonesia. SMKN 6 Manado menjadi salah satu dari 31 sekolah. kalau di Sulut ada 7 SMK yang menerima bantuan itu,” papar dia.       

Altje Salele mengatakan, kepala sekolah juga diwawancarai terkait bantuan itu. dalam wawancara tersebut, kepala sekolah harus menyampaikan berbagai hal terkait sekolah. Hal itu menyangkut analisis SWAT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats), termasuk juga perencanaan.

“Ini harus dijelaskan oleh kepala sekolah, dan yang terutama adalah tim harus solid, dan sekolah sudah menerapkan model pembelajaran Teaching Factory atau Tefa,” papar Altje Salele.

Dengan penilaian itu, maka SMKN 6 Manado mendapat kesempatan utnuk menjadi calon penerima bantuan pengembangan Sekolah Berbasis Industri 4.0.

Setelah terpilih, kepala sekolah bersama tim yang dibentuk mengikuti Bimbingan Tekhnis (Bimtek) di Depok, Jawa Barat, pada Senin – Kamis (13-16/5/2024).

Dalam Bimtek itu, masing-masing tim yakni fisik, pembelajaran, dan peralatan, menghadap fasiltator masing-masing. Sedangkan kepala sekolah dibimbing secara keseluruhan.

Tim SMKN 6 Manado saat mengikuti Bimtek Pengembangan Sekolah Berbasis Industri 4.0 di Depok, Jawa Barat, pada 13-16 Mei 2024.

“Program ini dimulai awal Juni sampai 31 Desember 2024. Akhir tahun ini sudah harus selesai, dan sekolah sudah berbasis Industri 4.0,” ujarnya.

Terkait program bantuan ini, Altje Salele juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Sulut Steven Kandouw yang memberi perhatian untuk pengembangan sektor pendidikan menuju Sulut Hebat.

“Kami menyampaikan terima kasih untuk Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Sulut Steven Kandouw yang memberi perhatian untuk pengembangan sektor pendidikan menuju Sulut Hebat,” tuturnya.

Diketahui, Kemendikbud melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi melaksanakan program pengembangan SMK berbasis industri 4.0.

Dalam surat yang ditandatangani Plt Direktur SMK Dr Wardani Sugiyanto MPd, terdapat 7 sekolah dari Sulut dari total 31 SMK di Indonesia yang menerima bantuan itu.

Tujuh sekolah itu adalah SMKN 1 Tombariri, SMKN 1 Ratahan, SMKN 1 Wori, SMKN 6 Bitung, SMKS Muhamadiyah Kotamobagu, SMKN 2 Manado, dan SMKN 6 Manado. (ika)

Pos Terkait